BUDIDAYA TEH

BUDIDAYA TEH
Dalam Review Pemalang
Hortikultura Tanaman Biofarmaka Budidaya Teh

Deskripsi

1. KONDISI EKSISTING

Teh juga merupakan salah satu produk unggulan di Kabupaten Pemalang yang banyak dibudidayakan di Kecamatan Pulosari dan Belik. Tercatat produksi teh di Kabupaten Pemalang mencapai 925,25 ton di tahun 2016. Luas perkebunan teh itu sendiri adalah sebesar 524,75 ha dengan 412,36 ha adalah milik PTPN IX Semugih dan sisanya sebesar 112,39 adalah perkebunan rakyat.

Industri pengolahan teh selama ini dikelola oleh PTPN IX Semugih yang produknya telah di ekspor ke berbagai negara. Namun demikian untuk indutri pengolahan teh rakyat juga banyak diusahakan olah masyarakat. Teh yang diusahakan oleh masyarakat Kabupaten Pemalang dikenal dengan nama Teh Cong yang dibuat dengan cara di sangrai.

Tingginya permintaan teh baik untuk ekspor maupun konsumsi lokal sampai saat ini tidak dimbangi dengan upaya peningkatan produksi. Hal ini ditunjukan dengan luas areal tanaman teh yang cenderung  mengalami penurunan dari 555,50 ha di tahun 2013 menjadi 524,75 ha di tahun 2016.

Dari permasalahan tersebut di atas maka upaya peningkatan produksi teh hanya dapat dilakukan melalui ekstensifikasi dan intensifikasi lahan. Melalui investasi atau penanaman modal dalam budidaya teh diharapkan dapat meningkatkan produksi serta mampu memenuhi permintaan produk teh yang semakin meningkat.

 

2. KETERSEDIAAN SUMBERDAYA

A. Kesesuaian Lahan

Iklim untuk budidaya teh yang tepat yaitu dengan curah hujan tidak kurang dari 2.000 mm/tahun. Tanaman memerlukan matahari yang cerah. Suhu udara harian tanaman teh adalah 13-25o C.Kelembaban kurang dari 70%. Untuk media tanamnya jenis tanah yang cocok untuk teh adalah Andasol, Regosol, dan Latosol. Namun teh juga dapat dibudidayakan di tanah podsolik (Ultisol), Gley Humik, Litosol, dan Aluvia. Teh menyukai tanah dengan lapisan atas yang tebal, struktur remah, berlempung sampai berdebu, dan gembur. Derajat kesamaan tanah (pH) berkisar antara 4,5 sampai 6,0. Berdasarkan ketinggian tempat, kebun teh di Indonesia dibagi menjadi tiga daerah yaitu dataran rendah sampai 800 m dpl, dataran sedang 800-1.200 m dpl, dan dataran tinggi lebih dari 1.200 m dpl. Perbedaan ketinggian tempat menyebabkan perbedaan pertumbuhan dan kualitas teh.

Dari gambaran tersebut menunjukan bahwa wilayah Kabupaten Pemalang yang sesuai untuk pengembangan budidaya teh adalah di Kecamatan Pulosari, Kecamatan Moga dan Kecamatan Belik.

B. Ketersediaan Infrastruktur

Kecamatan Pulosari, Kecamatan Belik dan Kecamatan Moga secara umum telah memiliki infrastruktur yang cukup baik dalam upaya pengembangan budidaya teh karena dilalui Jalan Provinsi yang menghubungkan Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Tegal serta Kabupaten Purbalingga serta berjarak hanya 40 km dari jalan arteri primer maupun jalan Tol Trans Jawa. Telekomunikasi, listrik dan energi  yang dapat mendukung berkembangnya budidaya teh juga telah memadai.

 

3. PEMASARAN

Indonesia merupakan negara produsen teh curah pada urutan kelima di dunia setelah India, China, Sri Lanka dan Kenya. Sebagian besar produk teh Indonesia (65%) ditujukan untuk pasar ekspor. Volume ekspor teh Indonesia sebagian besar (94%) masih dalam bentuk teh curah. Bebrapa pasar ekpor teh Indonesia adalah Inggris, Belanda, Jerman, Irlandia, Rusia dan Amerika Serikat.

 

4. MANAJEMEN PENGELOLAAN

Pola manajemen dalam pengembangan budidaya teh di Kecamatan Pulosari, Moga dan Belik adalah swasta murni. Dalam hal ini investor atau perusahaan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap proses pengembangan, pengelolaan dan pemasaran teh.

Sementara itu Pemerintah Daerah dan lembaga teknis terkait berperan dalam mendukung kemudahan investasi, pendampingan petani dan penelitian dengan tujuan mendukung upya peningkatan produksi teh.

 

5. TEKNIS

A. Lokasi

Ketersediaan lahan untuk pengembangan budidaya tanaman teh pada Kecamatan Pulosari, Moga dan Belik adalah pada lahan tegalan seluas 72,72  km2 atau 7.272 ha.

Ketersediaan Lahan Budidaya Teh

No

Satuan

Lahan

Kesesuaian Lahan potensial

Penggunaan lahan

Ketersediaan Lahan (Km2)

1

Belik

S1

Tegalan

23,96

2

Pulosari

S1

Tegalan

41,26

3

Moga

S1

Tegalan

7,50

 

Jumah

S1

Tegalan

72,72

 

B. Teknis Budidaya

Budidaya tanaman teh dilakukan secara intensif dengan berpedoman pada teknis budidaya tanaman teh yang meliputi tahapan sebagai berikut :

- Persiapan Lahan

- Penanaman

- Pemeliharaan

- Pemanenan

 

6. KEUANGAN

A. Biaya Investasi

Investasi dalam budidaya teh  diperkirakan sebesar Rp 5.500.000.000 yang dipergunakan untuk :

- Pembelian Lahan seluas 5 ha

- Bangunan/Gudang

- Mesin dan peralatan.

- Kendaraan motor angkut

B. Biaya Operasional

Biaya operasional pengembangan budidaya teh dikelompokan dalam beberapa jenis biaya sebagai berikut :

- Bibit sebanyak 45.000 batang.

- Pupuk dan Obat-obatan

- Biaya Tenaga Kerja Tetap

- Tenaga Kerja Pemetikan

- Biaya Distribusi dan Pemasaran

C. Perkiraan Pendapatan

Pendapatan dalam budidaya Teh di Kecamatan Belik, Moga dan Pulosari yang diperoleh berasal dari penjualan teh. Tanaman teh siap dipanen pada tahun ke tiga dengan produksi diperkirakan sebesar 10.400 kg per ha dengan harga jual Rp. 7.000 per kg.

D. Kelayakan Finansial

Hasil analisis kelayakan finansial budidaya teh di Kecamatan Belik, Moga dan Pulosari  menunjukan tingkat pengembalian investasi yang tinggi dari berbagai analisa rasio yang diperhitungkan.

Kelayakan Finansial Budidaya Teh

NO

ANALISA

NILAI

1

NPV

151.647.822

2

IRR

15,60%

3

PI

1,03

4

BEP (Tahun)

5,32

 

Ringkasan Proyek

Nilai Investasi
Data belum tersedia
Luas Lahan
Data belum tersedia

Aspek Ekonomi

NPV Data belum tersedia
IRR Data belum tersedia
Payback Period Data belum tersedia
BCR Data belum tersedia

Infrastruktur

Sumber Air Data belum tersedia
Kelistrikan Data belum tersedia
Telekomunikasi Data belum tersedia
Jaringan Jalan Data belum tersedia