BUDIDAYA SAYURAN

BUDIDAYA SAYURAN
Dalam Review Pemalang
Hortikultura Tanaman Olerikultura Budidaya Sayuran

Deskripsi

1. KONDISI EKSISTING

Salah satu budidaya komoditas on-farm yang layak dikembangkan di Kabupaten Pemalang adalah budidaya sayur. Untuk mendukung pengembangan budidaya ini, Pemerintah Kabupaten Pemalang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah  melalui kebijakannya telah mengembangkan kawasan  agropolitan sejak tahun 2003. Pengembangan kawasan agropolitan Waliksarimadu di Kabupaten Pemalang mencakup 6 kecamatan yaitu Kecamatan Watukumpul, Belik, Pulosari, Moga, Randudongkal dan Warungpring dengan pusat Kecamatan Belik.  Produk unggulan yang menjadi branding kawasan agropolitan Waliksarimadu adalah sayuran seperti cabai, kentang, tomat, kubis, cesim dan lain sebagainya.

 

2. KETERSEDIAAN SUMBERDAYA

A. Ketersediaan Lahan

Pengembangan budidaya sayur dapat di kembangkan di Kawasan Agropolitan Waliksarimadu yang meliputi Kecamatan Watukumpul, Belik, Pulosari, Moga, Randudongkal dan Warungpring.

B. Ketersediaan Infrastruktur

Sejak ditetapkan sebagai kawasan agropolitan Waliksarimadu pada tahun 2003, pengembangan infrastruktur terus dilakukan salah satunya adalah dibangunnya Sub Terminal Agribisnis (STA) di Desa Gombong Kecamatan Belik yang merupakan kota inti agropolitan Waliksarimadu.Beberapa fasilitas yang telah dikembangkan dalam kawasan agropolitan antara   lain :

- Stasiun Terminal Agribisnis  ( STA ) Desa Gombong Kec. Belik

- Gudang Penyimpanan, Gudang Pembuatan Pupuk Organik, Kamar Mandi dan WC, Green House 2 unit di Desa Gombong Kec. Belik.

- Gudang STA Kopi di Desa Pulosari Kec. Pulosari

- Halte Sayuran di Desa Ceklatakan Kec. Pulosari

- Halte sayuran di Desa Pulosari digunakan untuk P4S.

- Halte sayuran di Desa Kuta       

Selain itu kawasan Agropolitan Waliksarimadu juga memiliki infrastruktur yang cukup baik karena dilalui Jalan Provinsi yang menghubungkan Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Tegal serta Kabupaten Purbalingga serta berjarak hanya 30 km sampai dengan 40 km dari jalan arteri primer maupun jalan Tol Trans Jawa. Telekomunikasi, listrik dan energi  yang dapat mendukung  berkembangnya budidaya sayuran di kawasan agropolitan ini juga telah memadai.

 

3. PEMASARAN

Produk sayuran dari Kawasan Agropolitan Waliksarimadu telah dipasarkan secara luas baik untuk konsumsi maupun untuk memasok bahan baku industri makanan. Beberapa mitra perusahaan yang telah menjalin kerjasama dengan Asosiasi Petani dan Pedagang Hortikultura (APPH) WALIKSARIMADU diantaranya berasal dari dalam dan luar negeri.

 

4. MANAJEMEN PENGELOLAAN

Pola manajemen dalam pengembangan budidaya sayuran di Kawasan Agropolitan Waliksarimadu adalah swasta murni. Dalam hal ini investor atau perusahaan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap proses budidaya, pengolahan dan pemasaran sayuran

Pengembangan kemitraan yang saling menguntungkan antara perusahaan dengan petani lokal  dapat diwujudkan dalam bentuk pola inti plasma. Perusahaan sebagai inti memberikan sarana dan prasarana budidaya kepada petani. Pada pola ini perusahaan tentunya memberikan dukungan teknis budidaya kepada petani.

 

5. TEKNIS

A. Lokasi

Pengembangan budidaya sayur di kawasan agropolitan Waliksarimadu masih terbuka luas yang mencapai 5.080 ha.

Lahan Pengembangan Budidaya Sayuran

Komoditas

Wilayah Sentra

 Lahan Pengembangan (Ha)

Cabe

Gombong, Siremeng, Clekatakan Bawah, Batursari, Pulosari

1.230

Kentang

Clekatakan Atas, Batursari, Penakir

640

Kol

Gombong, Clekatakan, Siremeng, Batursari, Penakir

1.090

Tomat

Gombong, Batursari, Siremeng, Penakir, Belik, Kuta, Gn.Tiga

670

Sawi

Kec. Belik, Kec. Pulosari

450

Bawang Daun

Kec. Belik, Kec. Pulosari

250

Labu Siam

Kec. Belik, Kec. Pulosari

250

Wortel

Kec. Belik, Kec. Pulosari

150

Buncis

Kec. Belik, Kec. Pulosari

350

Jumlah

 

5.080

 

B. Teknis Budidaya

Budidaya sayuran dilakukan secara intensif dengan berpedoman pada teknis budidaya sayuran yang meliputi tahapan sebagai berikut :

- Persiapan Lahan

- Penanaman

- Pemeliharaan

- Pemanenan

 

6. KEUANGAN

Hasil analisis kelayakan finansial Pengembangan Sayur di Kawasan Agropolitan Waliksarimadu  menunjukan tingkat pengembalian investasi yang tinggi dari berbagai analisa rasio yang diperhitungkan.

 

Kelayakan Finansial Pengembangan Budidaya Sayur

Komoditas

Nilai Investasi Per Ha

KELAYAKAN INVESTASI

NPV

(Rp)

IRR

(%)

B/C     (Rp)

PP

(Bulan)

Tomat

30.610.000

59.122.882

78,23%

2,93

9,95

Kentang

36.000.000

28.407.940

81,85%

1,79

10,23

Cabe Merah

36.000.000

57.268.513

145,06%

2,59

6,89

Cabe Rawit

36.000.000

95.722.922

132,61%

3,66

8,38

Kol

36.000.000

47.071.015

79,19%

2,31

13,68

Wortel

36.000.000

41.972.269

86,47%

2,17

11,70

Sawi

18.500.000

11.805.010

39,63%

1,64

26,19

Bawang Daun

30.000.000

31.142.202

66,95%

2,04

15,62

Buncis

32.000.000

58.529.885

79,56%

2,83

14,63

Kembang Kol

32.000.000

52.582.517

94,08%

2,64

11,86

 

 

 

Ringkasan Proyek

Nilai Investasi
Data belum tersedia
Luas Lahan
Data belum tersedia

Aspek Ekonomi

NPV Data belum tersedia
IRR Data belum tersedia
Payback Period Data belum tersedia
BCR Data belum tersedia

Infrastruktur

Sumber Air Data belum tersedia
Kelistrikan Data belum tersedia
Telekomunikasi Data belum tersedia
Jaringan Jalan Data belum tersedia