KAMIR

Kue ini merupakan kue yang banyak diproduksi oleh keturunan Arab yang tinggal di Kelurahan Mulyoharjo Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang. Sentra produksinya terkenal dengan nama Kampung Arab. Kamir terkadang ditulis Khamir, istilah kamir sendiri ditengarai berasal dari Khamir yang berarti ragi. Dalam kue ini terdapat juga bahan berupa tape. Beberapa orang juga menyebutnya dengan nama Samir.

Bahan dasar kue



SARUNG GOYOR

Sarung goyor merupakan produk kerajinan unggulan Kabupaten Pemalang yang telah  ditetapkan  oleh  Pemerintah  Provinsi  Jawa  Tengah  pada  tahun  2012  sebagai produk OVOP. Sebagai produk kerajinan, kualitas sarung goyor tidak kalah bila dibandingkan dengan produk sejenisnya. Tingkat kenyamanan saat dikenakan (pada cuaca panas terasa sejuk digunakan dan cuaca dingin hangat untuk dikenakan) sangat diminati oleh konsumen di negara-negara Timur Tengah dan Afrika. Disamping itu produk ini juga memiliki keunggulan lainya seperti lentur, tidak kusut, tidak mudah robek, tenunan yang halus dan warnanya yang tidak mudah luntur.

Proses pr



OLAHAN NANAS

Kabupaten Pemalang memiliki anugerah sumber daya alam yang beraneka ragam sehingga sektor pertaniannya pun kaya akan berbagai hasil produk pertanian. Produk-produk pertanian tersebut memiliki ciri khas atau karakteristik tertentu seperti aroma, cita rasa, warna, ukuran maupun tekstur yang menjadi keunggulan daya saing produk tersebut.

Salah satu produk pertanian di Kabupaten Pemalang yang telah terkenal dan memiliki ciri khas atau karakteristik tertentu adalah Nanas Madu Pemalang. Nanas madu Pemalang memiliki ciri fisik lebih mungil dibandingkan dengan nanas dari daerah lain seperti nanas Subang maupun nanas Palembang. Nanas madu Pemalang ini hanya berukuran 0,4 kg sampai dengan



BATIK TULIS

Batik merupakan salah satu jenis produk sandang yang telah berkembang pesat di Jawa sejak beberapa ratus tahun yang lalu. Sebagian besar masyarakat Indonesia juga telah mengenal batik baik dalam coraknya yang tradisionil maupun modern.

Kabupaten Pemalang sebenarnya juga memiliki sejarah batik yang berasal dari masa penyebaran Islam ke wilayah pesisir pantai utara Jawa. Produk batik yang dihasilkan oleh industri batik di Kabupaten Pemalang pada umumnya adalah batik tulis dan sebagian kecil batik cap. Sedangkan untuk sentra batik, saat ini di Kabupaten Pemalang  memiliki 96 unit usaha yang tersebar di beberapa sentra dengan jumlah penyerapan tenaga kerja mencapai 162 orang.


SAPU GLAGAH

Sentra home industri sapu glagah merupakan salah satu sentra di Kabupaten Pemalang yang sangat potensial untuk dikembangkan. Sentra home industri sapu glagah ini meliputi beberapa wilayah seperti Desa Majalangu, Tundagan,  Watukumpul yang terletak di Kecamatan Watukumpul serta Desa Kuta di Kecamatan Belik.

Produksi sapu glagah di sentra ini mencapai 20.841.750 buah/tahun. Dalam perkembangannya, produk sapu glagah juga mengalami berbagai perubahan variasi bentuk/ model mengikuti permintaan pasar dan trend konsumen. Saat ini produk sapu glagah telah mampu memenuhi permintaan pasar kota-kota besar di Indonesia serta ekspor ke Malaysia, Brunei, Taiwan, Jepang dan Korea.



OLAHAN BANDENG

Bandeng merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan di Kabupaten Pemalang dengan produksinya mencapai 8.261 ton. Dengan produksi yang sangat besar ini maka Kabupaten Pemalang telah ditetapkan sebagai sala



MINYAK ATSIRI

Minyak atsiri merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Pemalang,  produknya dalam perdagangan internasional banyak digunakan dalam industri kesehatan dan industri parfum karena dikenal dengan aromanya yang berat dan kuat. Produksi minyak atsiri di Kabupaten Pemalang mencapai 54.840 kg dengan jumlah pelaku usaha yang terlibat di dalamnya mencapai 70 IKM yang tersebar dibeberapa wilayah seperti Kecamatan Belik, Watukumpul, Pulosari dan Moga.

Produk minyak atsiri yang dihasilkan di Kabupaten Pemalang sampai saat ini menggunakan bahan baku utama yang berasal dari hasil ekstraksi (penyulingan) dari tanaman nilam, sereh wangi, dan cengkeh. Bahan baku utama minyak atsiri ban



Konveksi

Tak hanya dikenal sebagai daerah penghasil sarung goyor, Kabupaten Pemalang juga memiliki sentra industri konveksi yang sudah berkembang. Bahkan produknya seperti kemeja, celana panjang, celana pendek dan kaos sudah dipasarkan ke berbagai wilayah seperti Pasar Tanah Abang di Jakarta dan Pasar Baru di Bandung.

Tercatat lebih dari 2.199 orang yang menggeluti usaha konveksi dengan jumlah tenaga kerja yang terserap sebanyak 8.390 orang. Sedangkan sentra konveksi yang ada di Kabupaten Pemalang tersebar di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Ulujami, Bodeh, Comal dan Petarukan dengan nilai produknya mencapai Rp 15.863.535 juta.

 


No

Kecamatan

Jumlah UMKM

Omset

(Rp. Juta)

Tenaga Kerja

1

Ampelgading

155

129.005

365

2

Bodeh

239

78.146

570

3

Comal

355

3.624.536

1.607

4

Pemalang

204

71.175

300

5

Petarukan

190

42.382

240

6

Taman

192

198.308

264

7

Ulujami

864

11.709.987

5.044

 

Jumlah

2.199

15.863.539

8.390

 

Pola produksi konveksi yang dilakukan sebagian besar pengrajin masih menggunakan sistem makloon dimana perusahaan inti menyediakan bahan baku kain, benang bahkan merk, sedangkan pengrajin hanya bertugas membuat produknya.

Pengembangan investasi industri konveksi di Kabupaten Pemalang juga diarahkan untuk dapat menjalin kemitraan pemasaran. Kemitraan pemasaran  dibangun melalui pola inti plasma dengan perusahaan inti menyediakan sarana prasarana produksi serta pemasaran. Sedangkan plasma berkewajiban untuk memproduksi kemeja, celana panjang, celana pendek maupun kaos.

No

Jenis Peluang Investasi Komoditas Konveksi

Keterangan

1

Kemitraan Pemasaran

  • Potensi produksi 158.635.390 potong per tahun